01 / Identifikasi
Mengenali objek, ekspresi, pengetahuan, narasi, dan konteks budaya.
PILAR PROFESIONAL / 02
Kurasi lebih dari memilih objek untuk dipamerkan. Praktik kuratorial membutuhkan pemahaman atas sumber, sejarah, nilai, makna, masyarakat pemilik budaya, dan dampak representasi terhadap publik.
PROSES KURATORIAL
Mengenali objek, ekspresi, pengetahuan, narasi, dan konteks budaya.
Mencatat asal, sumber, konteks, informasi pendukung, dan rekam kuratorial.
Memahami nilai, sejarah, konteks sosial, bahasa, dan hubungan budaya.
Menyusun penafsiran berdasarkan bukti dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menyeleksi dan menyusun narasi untuk pameran, publikasi, media digital, atau multimedia.
Mengelola dokumentasi, metadata, arsip, dan pengetahuan yang dihasilkan.
PRINSIP PRAKTIK
Praktik kurasi dikembangkan secara kontekstual, berbasis sumber, etis, inklusif, akuntabel, dan adaptif. Sensitivitas budaya, martabat komunitas, hak, kepemilikan, serta keberagaman narasi menjadi bagian dari pertimbangan profesional.
FORENSIK BUDAYA
Ruang pengembangan interdisipliner untuk memeriksa bahasa, simbol, artefak, narasi, dan representasi budaya secara sistematis. Cakupannya meliputi analisis konteks budaya, identitas kebahasaan, dokumentasi, narasi, komunikasi multimodal, dan dukungan ilmiah dalam sengketa budaya.
Pengembangan ini menghormati kewenangan hukum, arkeologi, antropologi, konservasi, forensik digital, serta profesi khusus lainnya.
TERBUKA UNTUK KOLABORASI
Wujudkan pendidikan, penelitian, dan praktik profesional yang lebih baik.